Laboratorium merupakan lingkungan kerja yang memiliki berbagai potensi bahaya, mulai dari percikan bahan kimia, paparan partikel dan uap, kontak dengan bahan tertentu, hingga risiko kebakaran dan tumpahan. Setiap aktivitas memiliki karakteristik risiko yang berbeda sehingga membutuhkan perlengkapan keselamatan yang sesuai.
Penggunaan alat keselamatan kerja di laboratorium membantu mengurangi risiko cedera dan paparan terhadap pekerja. Perlengkapan tersebut tidak hanya berupa Alat Pelindung Diri (APD) yang dikenakan saat bekerja, tetapi juga mencakup peralatan keselamatan dan perlengkapan darurat yang digunakan ketika terjadi kondisi tidak terduga.
Lantas, apa saja alat keselamatan kerja yang umum digunakan di laboratorium dan apa fungsinya? Berikut beberapa perlengkapan yang perlu diketahui.
Apa Saja Alat Keselamatan Kerja di Laboratorium?
Alat keselamatan kerja di laboratorium adalah berbagai perlengkapan yang digunakan untuk membantu melindungi pekerja, mengendalikan risiko, dan menangani kondisi darurat selama aktivitas laboratorium.
Secara umum, perlengkapan tersebut dapat dibagi menjadi dua kelompok. Pertama, APD, seperti safety glasses, safety goggles, chemical gloves, respirator, dan pakaian pelindung. Kedua, safety equipment, seperti eyewash, safety shower, alat pemadam kebakaran, absorbent, dan gas detector.
Setiap alat memiliki fungsi dan tingkat perlindungan yang berbeda. Karena itu, penggunaannya perlu disesuaikan dengan jenis pekerjaan, bahan yang digunakan, serta potensi bahaya di lingkungan laboratorium.
Untuk memahami jenis APD secara lebih luas, Anda juga dapat membaca artikel Jenis-Jenis Alat Pelindung Diri (APD) dan Fungsinya.
Alat Keselamatan Kerja di Laboratorium dan Fungsinya
Berikut 10 alat keselamatan kerja yang dapat digunakan untuk mendukung perlindungan di lingkungan laboratorium.
1. Safety Glasses

Safety glasses merupakan salah satu perlengkapan pelindung mata yang digunakan untuk membantu melindungi mata dari berbagai potensi bahaya selama bekerja. Bahaya tersebut dapat berupa partikel, debu, serpihan, maupun risiko lain sesuai dengan spesifikasi pelindung mata yang digunakan.
Perlindungan mata penting terutama ketika pekerja melakukan aktivitas yang menghasilkan partikel atau bekerja dengan material yang berpotensi mengenai area wajah.
Safety glasses tersedia dalam berbagai desain dan spesifikasi. Oleh karena itu, produk yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan risiko yang telah diidentifikasi.
Anda dapat melihat pilihan eye protection dari Berkat Safety untuk menemukan perlindungan mata yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
2. Safety Goggles

Berbeda dengan safety glasses, safety goggles dirancang untuk memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh pada area mata. Goggles dapat menjadi pilihan ketika pekerjaan memiliki potensi percikan cairan atau bahaya lain yang membutuhkan perlindungan mata dengan cakupan lebih luas.
Safety goggles banyak digunakan dalam aktivitas yang melibatkan cairan, bahan kimia, proses pengujian, maupun pekerjaan lain yang memiliki potensi bahaya terhadap mata.
Pemilihan goggles tetap perlu mempertimbangkan jenis risiko yang dihadapi. Tidak semua goggles memiliki tingkat perlindungan yang sama untuk setiap kondisi kerja.
Berkat Safety menyediakan berbagai pilihan safety goggle sebagai bagian dari perlengkapan perlindungan mata.
3. Chemical Gloves

Tangan merupakan bagian tubuh yang dapat langsung bersentuhan dengan bahan atau material selama aktivitas laboratorium. Karena itu, chemical gloves dapat digunakan untuk membantu memberikan perlindungan terhadap paparan bahan tertentu.
Chemical gloves tersedia dalam berbagai material dan spesifikasi. Perbedaan material tersebut membuat kemampuan perlindungannya juga dapat berbeda terhadap bahan tertentu.
Oleh sebab itu, jangan memilih sarung tangan hanya berdasarkan ketebalan atau kenyamanan. Jenis sarung tangan perlu disesuaikan dengan bahan yang ditangani serta tingkat risiko pekerjaan.
Berkat Safety menyediakan pilihan chemical glove untuk berbagai kebutuhan perlindungan tangan.
Untuk memahami penggunaan sarung tangan safety secara lebih luas, Anda juga dapat membaca artikel Fungsi Sarung Tangan Safety untuk Keselamatan Kerja.
4. Respirator

Aktivitas laboratorium tertentu dapat menghasilkan atau melibatkan debu, partikel, aerosol, uap, maupun gas tertentu. Dalam kondisi tersebut, respirator dapat menjadi bagian dari perlindungan pernapasan sesuai hasil identifikasi risiko.
Respirator tersedia dalam beberapa jenis, mulai dari disposable respirator hingga reusable respirator yang dapat digunakan dengan filter atau cartridge tertentu. Jenis perlindungan yang digunakan harus disesuaikan dengan kontaminan yang berpotensi terhirup.
Penting untuk dipahami bahwa filter partikulat tidak secara otomatis memberikan perlindungan terhadap semua jenis gas dan uap. Pemilihan filter atau cartridge harus sesuai dengan jenis kontaminan dan spesifikasi produk.
Berkat Safety menyediakan berbagai pilihan respiratory protection, termasuk perlengkapan untuk kebutuhan perlindungan pernapasan di lingkungan kerja.
Anda juga dapat membaca artikel Bahaya Sistem Pernapasan di Tempat Kerja dan Cara Melindunginya untuk mengetahui lebih lanjut mengenai risiko paparan terhadap sistem pernapasan.
5. Chemical Protective Apparel

Selain tangan dan mata, tubuh juga dapat membutuhkan perlindungan ketika pekerja berhadapan dengan bahan atau kontaminan tertentu. Chemical protective apparel digunakan untuk membantu melindungi tubuh dan pakaian dari paparan sesuai dengan spesifikasi perlindungannya.
Produk dalam kategori ini dapat berupa coverall, protective suit, protective gown, maupun perlengkapan pelindung tubuh lainnya. Pemilihannya perlu mempertimbangkan jenis bahan yang digunakan serta bentuk dan tingkat paparannya.
Material protective apparel memiliki karakteristik perlindungan yang berbeda. Karena itu, produk harus digunakan sesuai dengan petunjuk dan spesifikasi produsen.
Berkat Safety menyediakan chemical protective apparel serta berbagai produk perlindungan dari merek terpercaya seperti DuPont untuk mendukung kebutuhan perlindungan tubuh di lingkungan kerja.
6. Eyewash Fountain

Eyewash fountain merupakan perlengkapan keselamatan yang digunakan sebagai fasilitas pembilasan mata dalam kondisi darurat ketika mata terkena percikan atau kontaminan tertentu.
Keberadaan eyewash sangat penting pada area yang memiliki potensi bahaya terhadap mata. Peralatan ini sebaiknya ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau dan tidak terhalang oleh peralatan atau barang lainnya.
Pekerja juga perlu mengetahui lokasi eyewash dan memahami prosedur penggunaannya sehingga dapat memberikan respons awal ketika terjadi kondisi darurat.
Berkat Safety menyediakan berbagai perlengkapan emergency seperti eyewash fountain untuk mendukung kesiapsiagaan keselamatan di lingkungan kerja.
7. Safety Shower

Safety shower merupakan perlengkapan emergency yang digunakan untuk membantu melakukan pembilasan pada tubuh ketika terjadi paparan tertentu.
Perlengkapan ini sangat berbeda dengan eyewash. Eyewash berfokus pada pembilasan area mata, sedangkan safety shower digunakan untuk pembilasan tubuh.
Safety shower sebaiknya ditempatkan pada lokasi yang mudah terlihat dan mudah diakses. Jalur menuju peralatan juga perlu dijaga agar tidak terhalang sehingga dapat digunakan dengan cepat ketika terjadi keadaan darurat.
Berkat Safety menyediakan pilihan safety shower untuk mendukung kebutuhan perlengkapan keselamatan dan emergency di lingkungan kerja.
8. Fire Equipment dan APAR

Laboratorium dapat memiliki berbagai sumber potensi kebakaran, seperti peralatan listrik, sumber panas, maupun material tertentu yang mudah terbakar. Karena itu, fire equipment merupakan bagian penting dari kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Salah satu perlengkapan yang umum digunakan adalah APAR (Alat Pemadam Api Ringan). APAR digunakan sebagai alat pemadam awal untuk menangani kebakaran dalam kondisi dan batas penggunaan yang sesuai.
Selain APAR, perlengkapan pemadaman dapat mencakup fire blanket dan peralatan pendukung lainnya. Jenis alat pemadam harus disesuaikan dengan karakteristik sumber api dan prosedur keselamatan yang berlaku.
Berkat Safety menyediakan berbagai fire equipment serta perlengkapan pendukung seperti fire blanket.
9. Spill Kit dan Oil Absorbents

Tumpahan cairan dapat terjadi selama proses penyimpanan, pemindahan, maupun penggunaan bahan di laboratorium. Spill kit dan absorbent dapat digunakan untuk membantu menangani tumpahan sesuai dengan jenis cairan dan karakteristik material penyerap.
Salah satu jenis absorbent adalah oil absorbent, yang dirancang untuk menyerap cairan berbasis minyak tertentu. Karena karakteristik setiap cairan berbeda, produk absorbent tidak boleh digunakan secara sembarangan untuk semua jenis bahan.
Pemilihan produk harus mempertimbangkan jenis cairan yang tumpah, kapasitas penyerapan, serta spesifikasi produk yang digunakan.
Untuk kebutuhan tersebut, Anda dapat melihat kategori oil absorbents dari Berkat Safety.
10. Gas Detector
Gas detector merupakan alat yang digunakan untuk membantu mendeteksi keberadaan gas tertentu di lingkungan kerja. Peralatan ini dapat menjadi penting pada laboratorium yang menggunakan, menyimpan, atau memiliki potensi kebocoran gas.
Jenis gas detector berbeda-beda berdasarkan gas yang dapat dideteksi. Oleh karena itu, pemilihan alat harus mempertimbangkan jenis gas yang menjadi perhatian di lingkungan kerja.
Gas detector berfungsi sebagai alat monitoring dan tidak menggantikan pengendalian risiko lainnya seperti ventilasi, prosedur kerja, atau sistem pengendalian pada sumber bahaya.
Berkat Safety menyediakan berbagai pilihan gas detector untuk mendukung kebutuhan monitoring keselamatan di lingkungan kerja.
Alat Keselamatan Laboratorium Berdasarkan Jenis Risikonya
Setiap aktivitas laboratorium memiliki karakteristik bahaya yang berbeda. Agar lebih mudah memahami hubungan antara risiko dan perlengkapan keselamatan, berikut gambaran sederhananya:
|
Risiko di Laboratorium |
Jenis Alat Keselamatan |
|
Percikan cairan |
Safety goggles |
|
Partikel atau serpihan |
Safety glasses atau goggles |
|
Paparan pada tangan |
Chemical gloves |
|
Debu, partikel, atau kontaminan udara tertentu |
Respirator |
|
Paparan pada tubuh |
Chemical protective apparel |
|
Paparan pada mata dalam kondisi darurat |
Eyewash fountain |
|
Paparan pada tubuh dalam kondisi darurat |
Safety shower |
|
Risiko kebakaran |
APAR dan fire equipment |
|
Tumpahan cairan tertentu |
Spill kit atau absorbent |
|
Potensi keberadaan gas tertentu |
Gas detector |
Tabel tersebut merupakan gambaran umum. Pemilihan perlengkapan tetap harus didasarkan pada identifikasi bahaya, karakteristik bahan, tingkat paparan, spesifikasi produk, dan prosedur keselamatan yang berlaku.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat menghindari penggunaan perlengkapan yang tidak sesuai dengan risiko pekerjaan.
Pentingnya Menggunakan Alat Keselamatan Laboratorium Sesuai Risiko
Menggunakan alat keselamatan tidak cukup hanya dengan menyediakan perlengkapannya. Setiap alat harus digunakan sesuai fungsi dan kondisi pekerjaan agar perlindungannya dapat bekerja sebagaimana mestinya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Kenali potensi bahaya sebelum melakukan pekerjaan di laboratorium.
- Pilih perlengkapan berdasarkan risiko, bukan hanya berdasarkan harga atau bentuk produk.
- Perhatikan spesifikasi produk untuk memastikan perlengkapan sesuai dengan kebutuhan.
- Periksa kondisi alat sebelum digunakan dan pastikan tidak terdapat kerusakan yang dapat mengurangi fungsi perlindungannya.
- Pastikan pekerja memahami cara penggunaan setiap perlengkapan keselamatan.
- Lakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala agar perlengkapan tetap siap digunakan.
Khusus untuk APD, penggunaannya juga harus menjadi bagian dari sistem pengendalian risiko secara keseluruhan. APD tidak seharusnya menjadi satu-satunya metode untuk mengendalikan bahaya apabila masih memungkinkan dilakukan pengendalian pada sumbernya.
Lengkapi Kebutuhan Alat Keselamatan Laboratorium di Berkat Safety
Berkat Safety menyediakan berbagai APD dan safety equipment untuk membantu memenuhi kebutuhan keselamatan kerja di berbagai lingkungan industri, termasuk laboratorium.
Pilihan produk mencakup berbagai kebutuhan seperti Eye Protection, Hand Protection, Respiratory Protection, Chemical Protective Apparel, Safety Shower, Fire Equipment, Gas Detector, hingga Oil Absorbents.
Dengan pilihan produk dari berbagai merek dan kategori, perusahaan dapat menyesuaikan perlengkapan keselamatan dengan karakteristik pekerjaan dan risiko yang terdapat di lingkungan kerja.
Jika Anda membutuhkan perlengkapan keselamatan untuk laboratorium maupun kebutuhan industri lainnya, kunjungi Katalog Berkat Safety untuk melihat pilihan produk yang tersedia. Anda juga dapat menghubungi tim Berkat Safety untuk mendapatkan informasi mengenai produk yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
FAQ
Apakah semua laboratorium membutuhkan alat keselamatan yang sama?
Tidak. Kebutuhan alat keselamatan bergantung pada jenis aktivitas, bahan yang digunakan, peralatan yang dioperasikan, serta potensi bahaya di masing-masing laboratorium.
Mengapa alat keselamatan laboratorium perlu diperiksa sebelum digunakan?
Pemeriksaan membantu memastikan alat masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan sesuai fungsinya. Perlengkapan yang rusak atau tidak layak dapat mengurangi tingkat perlindungan saat dibutuhkan.
Apakah APD saja cukup untuk menjamin keselamatan di laboratorium?
Tidak. APD merupakan salah satu bagian dari pengendalian risiko. Keselamatan laboratorium juga membutuhkan identifikasi bahaya, prosedur kerja, pengendalian teknis, pelatihan, serta kesiapsiagaan terhadap kondisi darurat.
Apa yang harus dilakukan jika terjadi tumpahan bahan di laboratorium?
Respons terhadap tumpahan harus mengikuti prosedur keselamatan laboratorium dan mempertimbangkan karakteristik bahan yang tumpah. Perlengkapan seperti spill kit atau absorbent dapat digunakan apabila sesuai dengan jenis cairan dan prosedur yang berlaku.
Mengapa pekerja perlu mengetahui lokasi emergency equipment?
Mengetahui lokasi eyewash, safety shower, fire equipment, dan perlengkapan darurat lainnya membantu pekerja memberikan respons lebih cepat ketika terjadi kondisi darurat. Akses menuju peralatan tersebut juga harus tetap mudah dan tidak terhalang.